Kamis, 16 Oktober 2014

Pilihanku Akuntansi

            Ini bukan sebuah cerita atau dongeng semacamnya. Ini sebuah narasi yang berisi apa yang membuat saya bisa memilih akutansi sebagai jurusan kuliah saya. Awalnya, saya adalah seorang siswa dari SMK di Jakarta Selatan, SMK Negeri 8 Jakarta. Sesuai dengan namanya, SMK (Sekolah Menengah Kejuruan), disekolah tersebut saya memilih jurusan Akuntansi. Akuntansi adalah jurusan yang mempelajari mengenai klasifikasi, pencatatan, dan identifikasi pada setiap peristiwa yang terjadi pada suatu perusahaan atau semacamnya.
            Mengapa harus akuntansi? Mengapa saya harus memilih akuntansi? Jika dilihat dari latar belakang pendidikan saya sebelumnya, mungkin orang lain mengira, saya hanya mengikuti apa yang sudah saya pelajari sebelumnya. Ya, salah satu alasan saya adalah hal itu. saya memilih akuntansi karena keinginan saya untuk melanjutkan apa yang sudah saya pelajari sebelumnya dan ingin memperdalam akuntansi lagi. Cukup logis bukan?
            Jika ada beberapa teman yang menanyakan, “apakah kau tidak bosan dengan Akuntansi? Bukankah akuntansi itu sangat memusingkan?” Saya hanya tersenyum. Bagi saya, sekarang akuntansi sudah menjadi sesuatu yang wajib untuk dipelajari, bukan hanya sekedar mata kuliah yang harus saya lulusi tapi karena keinginan saya sendiri. Saya mempunyai minat yang cukup besar pada akuntansi. Meski kadang saya merasa jenuh, tapi untuk beberapa saat kemudian saya berfikir kembali. Akuntansi digunakan disetiap aspek kehidupan. Bahkan disaat kita membeli permen diwarung kecil pun, itu sudah termasuk kegiatan transaksi dan sudah berkaitan dengan akuntansi. Jadi, kenapa tidak dengan akuntansi?
            Akuntansi ini mengajarkan saya untuk menjadi manusia yang jujur, kompeten dan menumbukan sikap positif dalam diri saya. Ketelitian dan kesabaran harus diuji dalam setiap kegiatannya. Dari mengidentifikasi dokumen transaksi, menjurnal dokumen transaksi tersebut, memposting ke buku besar sampai akhirnya membuat laporan keuangan. Akuntansi bukan sesuatu yang difikir secara abstrak, ia harus dengan pemikiran yang luas, tepat dan akurat. Semuanya harus dengan bukti yang sesuai. Inilah yang membuat saya mencintai akuntansi. Akuntansi membuat saya belajar untuk tidak bohong, kompeten, tepat, dan teliti. Jadi, keinginan kuat untuk mempelajari akuntansi lah yang mendorong saya untuk terjun ke dalam jurusan ini kembali.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar