Ini bukan sebuah cerita atau dongeng
semacamnya. Ini sebuah narasi yang berisi apa yang membuat saya bisa memilih
akutansi sebagai jurusan kuliah saya. Awalnya, saya adalah seorang siswa dari
SMK di Jakarta Selatan, SMK Negeri 8 Jakarta. Sesuai dengan namanya, SMK
(Sekolah Menengah Kejuruan), disekolah tersebut saya memilih jurusan Akuntansi.
Akuntansi adalah jurusan yang mempelajari mengenai klasifikasi, pencatatan, dan
identifikasi pada setiap peristiwa yang terjadi pada suatu perusahaan atau
semacamnya.
Mengapa harus akuntansi? Mengapa saya
harus memilih akuntansi? Jika dilihat dari latar belakang pendidikan saya
sebelumnya, mungkin orang lain mengira, saya hanya mengikuti apa yang sudah
saya pelajari sebelumnya. Ya, salah satu alasan saya adalah hal itu. saya
memilih akuntansi karena keinginan saya untuk melanjutkan apa yang sudah saya
pelajari sebelumnya dan ingin memperdalam akuntansi lagi. Cukup logis bukan?
Jika ada beberapa teman yang
menanyakan, “apakah kau tidak bosan dengan Akuntansi? Bukankah akuntansi itu
sangat memusingkan?” Saya hanya tersenyum. Bagi saya, sekarang akuntansi sudah menjadi
sesuatu yang wajib untuk dipelajari, bukan hanya sekedar mata kuliah yang harus
saya lulusi tapi karena keinginan saya sendiri. Saya mempunyai minat yang cukup
besar pada akuntansi. Meski kadang saya merasa jenuh, tapi untuk beberapa saat
kemudian saya berfikir kembali. Akuntansi digunakan disetiap aspek kehidupan.
Bahkan disaat kita membeli permen diwarung kecil pun, itu sudah termasuk kegiatan
transaksi dan sudah berkaitan dengan akuntansi. Jadi, kenapa tidak dengan
akuntansi?
Akuntansi ini mengajarkan saya untuk
menjadi manusia yang jujur, kompeten dan menumbukan sikap positif dalam diri
saya. Ketelitian dan kesabaran harus diuji dalam setiap kegiatannya. Dari
mengidentifikasi dokumen transaksi, menjurnal dokumen transaksi tersebut,
memposting ke buku besar sampai akhirnya membuat laporan keuangan. Akuntansi
bukan sesuatu yang difikir secara abstrak, ia harus dengan pemikiran yang luas,
tepat dan akurat. Semuanya harus dengan bukti yang sesuai. Inilah yang membuat
saya mencintai akuntansi. Akuntansi membuat saya belajar untuk tidak bohong,
kompeten, tepat, dan teliti. Jadi, keinginan kuat untuk mempelajari akuntansi
lah yang mendorong saya untuk terjun ke dalam jurusan ini kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar