Cara Orang Tionghoa Menyapa
Bila
seorang Tionghoa bertemu dengan orang yang dikenalnya, seringkali mereka akan
bertanya, “ke mana kamu?”, atau “kau pergi kemana dan untuk apa?” kalau
kebetulan pada waktu sekitar jam makan, mereka akan saling bertanya juga,
“sudah makan?” dan lain-lain. Inilah cara yang paling umum untuk menyampaikan
sikap bersahabat dalam menyapa. Kini, kian hari kian banyak orang yang memakai
cara seperti, “apa kabar?” untuk menyapa. Dan sudah biasa juga jika kata “hai”
digunakan dikalangan anak-anak muda.
Nama Orang Tionghoa
Nama
marga keluarga orang Tionghoa ditempatkan didepan, lalu diikuti nama sendiri.
Marga orang Tionghoa ada yang sederhana, terdiri dari satu kata. Ada juga yang
terdiri dari dua atau lebih dari dua kata. Marga seperti ini disebut marga
majemuk. Zhang, Wang, Li, Zhao, Liu adalah marga sederhana yang paling umum.
Zhuge, Ouyang, Situ adalah marga majemuk yang paling umum. Nama orang Tionghoa
juga punya tradisi dan ciri yang khas. Biasanya nama itu terdri dari satu atau
dua kata. Nama orang Tionghoa umumnya punya arti tertentu. Nama kaum pria
biasanya memakai kata-kata yang mengandung makna gagah berani. Sedangkan nama
kaum wanita cenderung menggunakan kata-kata yang mengandung arti cantik dan
lembut.
Olimpiade Beijing 2008
Pada
8 agustus 2008, pesta olimpiade ke-29 diadakan di Beijing. Beijing adalah
ibukota Tiongkok. Beijing adalah kota metropolitan yang merupakan gabungan
antara gaya klasik dan gaya modern. Untuk menyelenggarakan Olimpiade, banyak
bangunan olahraga baru yang modern didirikan, misalnya Stadium Sarang Burung,
Stadium Kubik Air dan lain-lain. Rakyat Tiongkok menyambut Pesta Olimpiade
dengan rasa senang hati, dan mereka juga menyambut atlet dan turis dari luar
negeri.
Maskot
Pesta Olimpiade Beijing terdir dari lima “Fuwa” (maskot) yang sangat lucu, nama
mereka masing-masing adalah “Beibei”, “Jingjing”, “Huanhuan”, “Yingying”,
“Nini”. Nama-nama itu apabila digabungkan akan menjadi “Beijing huanying ni”
(beijing menyambut anada).
Kehidupan Murid Sekolah Menengah Di Tiongkok
Para
pelajar SMA di Indonesia umumnya mulai masuk kelas pada jam tujuh pagi. Dalam
satu hari 20 jam pelajaran dan setiap jam pelajaran terdiri dari 45 menit,
biasanya satu mata pelajaran terdiri dari dua jam pelajaran. Diantara dua jam
pelajarana itu tidak ada waktu untuk beristirahat. Sedangkan para pelajar SMA
di Tiongkok mulai masuk kelas pada jam delapan pagi. Pada pagi hari ada empat
mata pelajaran, dan sore dua jam pelajaran. Antara jam pelajaran tetap ada 10
menit untuk istirahat. Mata-mata pelajaran dalam sehari dapat bermacam-macam,
antara lain, bahasa Tionghoa, matematika, bahasa asing, ilmu fisika, kimia, dan
sejarah. Setelah jam pelajaran selesai, para pelajar dapat berolah raga seperti
bermain sepak bola, berenang, lari, dapat juga mengikuti kegiatan kelompok
melukis atau musik.
Seni Budaya Rakyat Tiogkok Dan Indonesia
Di
Tiongkok ada 56 suku bangsa. Suku bangsa mayoritas adalah suku Han. Setiap suku
bangsa memiliki adat-istiadatnya sendiri. Aneka ragam bentuk seni rakyat
berciri khas lokal diciptakan sebagai hasil karya mereka.
Indonesia
memiliki lebih dari 400 suku bangsa dan tiap suku bangsa memiliki adat-istiadat
dan kebudayaannya sendiri. Selain tarian yang energik dan bersemangat, yang
digemari rakyat lain adalah wayang dan ukiran
kayu. Di samping itu, lagu rakyat yang terkenal di Indonesia pada tahun 1950, Ayo Mama dan Singsingso pada tahun 1960an sempat sangat
populer di Tiongkok.
Kalender Imlek Dan Hari Raya
Tradisional Tionghoa
Kalender
Imlek Tionghoa sudah dipergunakan sejak zaman Dinasti Xia dan telah melalui
sejarah panjang selama ribuan tahun. Sekarang pun masih digunakan disamping
kalender masehi. Menurut perhitungan penanggalan Imlek ada beberapa hari raya
tradisional Tionghoa yang sangat penting.
Tinggal
1 Zhengyue (bulan pertama pertama) adalah Chunjie, hari ini merupakan tahun
baru Tiongkok, dan juga merupakan hari raya tradisional Tionghoa yang paling
kuno dan penting. Biasanya sebelum tahun baru Imlek setiap keluarga melakukan
pembersihan rumah besar-besaran, menempelkan sajak dan lambang tahun baru
Imlek, membeli dan membuat bermacam-macam makanan yang enak dan lezat. Malam sebelum
tahun baru Imlek dinamakan Chuxi. Seluruh anggota keluarga berkumpul dan makan
malam bersama untuk menutup tahun.
Tanggal
5 bulan kelima Imlek disebut Duanwu (Hari Raya Pecun). Konon hari itu dirayakan
untuk memperingati seorang penyair kuno ternama Qu Yuan. Hari ini dirayakan
dengan membuat bacang dan menyelenggarakan lomba perahu naga.
Tanggal
15 bulan Imlek adalah hari Zhongqiu atau Tiongciu (Hari Raya Pertengahan Musim
Gugur), pada hari ini bulan kelihatan bundar dan semua anggota keluarga berkumpul
, menikmati kue bulan (Tiongciupia) sambil menikmati keindahan bulan untuk merayakan
panen raya dan reuni keluarga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar